Sosialisasi APAR Ciamis Latih Penggunaan Pemadam Api Staf Klinis
Kesiapsiagaan menghadapi ancaman bahaya kebakaran di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan standar keselamatan kerja mutlak yang harus dimiliki oleh seluruh personil medis. Gedung rumah sakit dan klinik menyimpan banyak peralatan listrik berdaya tinggi serta bahan kimia cair yang berpotensi memicu timbulnya titik api jika terjadi korsleting. Pelaksanaan APAR Ciamis menyelenggarakan kegiatan pelatihan penanggulangan kebakaran bagi staf klinis dan non-klinis di lingkungan pelayanan kesehatan. Pelatihan ini bertujuan memastikan seluruh staf mampu mengoperasikan tabung Pemadam Api ringan secara cepat dan benar.
Para peserta diajarkan mengenali berbagai jenis bahan pemadam api, seperti busa, tepung kimia kering, dan gas karbon dioksida yang disesuaikan dengan sumber pemicu kebakaran. Dalam simulasi APAR Ciamis, setiap staf dilatih mempraktikkan langkah dasar pemadaman api, mulai dari menarik pin pengaman, mengarahkan corot ke pangkal api, menekan tuas, hingga menyapu semprotan dari sisi ke sisi. Pelatihan dilakukan menggunakan kobaran api riil di area terbuka agar peserta dapat merasakan tekanan mental dan paparan panas saat menghadapi kebakaran.
Kecepatan dan ketepatan tindakan staf dalam melokalisasi titik api sebelum membesar menjadi aspek penting yang dievaluasi oleh tim instruktur keselamatan kerja. Modul APAR Ciamis melatih staf untuk tidak panik dan tetap mengutamakan langkah evakuasi pasien yang terbaring di ruang perawatan menuju area titik kumpul aman. Kerja sama antar petugas medis dalam membagi peran antara pemadam api, evakuator pasien, dan penyelamat dokumen medis diuji dalam skenario kondisi darurat yang mendadak.
Selain simulasi pemadaman fisik, para staf juga dibekali pengetahuan mengenai cara perawatan berkala tabung pemadam agar selalu dalam kondisi siap pakai setiap saat. Petugas diajarkan cara memeriksa tekanan jarum manometer pada tabung serta memastikan selang penyemprot tidak tersumbat oleh debu atau kotoran. Pemeliharaan fasilitas pengaman kebakaran yang disiplin menghindarkan risiko kegagalan fungsi alat saat terjadi kondisi darurat kebakaran yang sebenarnya di rumah sakit.
Kegiatan sosialisasi dan simulasi keselamatan kebakaran ini diharapkan dapat diselenggarakan secara berskala tahunan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Peningkatan kewaspadaan dan keterampilan seluruh staf klinis akan menciptakan lingkungan perawatan yang aman dan terproteksi bagi para pasien dan pengunjung. Melalui kesiapsiagaan sarana pemadam yang optimal, risiko kerugian jiwa dan harta benda akibat ancaman kebakaran dapat diminimalkan secara efektif.
