Pedoman Cuci Tangan Enam Langkah WHO Pencegah Infeksi Nosokomial

Lingkungan rumah sakit merupakan tempat berkumpulnya berbagai jenis mikroorganisme patogen yang dapat dengan mudah berpindah dari satu orang ke orang lain. Para pasien yang sedang dirawat memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga sangat rentan tertular infeksi tambahan saat berada di bangsal. Menerapkan kebiasaan disiplin berupa gerakan cuci tangan enam langkah sesuai pedoman WHO terbukti menjadi cara paling efektif untuk memutus rantai penularan kuman. Langkah higienis sederhana ini wajib dipraktikkan oleh seluruh petugas medis, keluarga pasien, hingga pengunjung yang datang ke fasilitas kesehatan.

Kuman patogen sering kali menempel pada permukaan benda-benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, pagar tempat tidur, atau tombol lift. Ketika tangan kita menyentuh benda tercemar tersebut lalu langsung memegang area wajah atau makanan, kuman akan masuk ke tubuh. Melakukan pembersihan tangan secara sembarangan tanpa menggunakan sabun antiseptik dan air mengalir tidak akan mampu mematikan bakteri secara optimal. Oleh karena itu, pemahaman mengenai tata cara pembersihan yang benar dan menyeluruh harus terus disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Prosedur pembersihan yang benar dimulai dengan membasahi kedua telapak tangan menggunakan air bersih, lalu menggosokkan sabun antiseptik secara merata pada kulit. Gosok punggung tangan, sela-sela jari, bagian dalam jemari dengan posisi saling mengunci, lalu putar ibu jari secara bergantian hingga bersih. Jangan lupa untuk membersihkan ujung jari pada telapak tangan agar kuman di bawah kuku hilang, lalu bilas hingga bersih. Gerakan cuci tangan yang disiplin dan konsisten ini akan menjaga kesehatan diri kita dan orang-orang di sekitar kita secara maksimal.

Para mahasiswa dari kampus kesehatan di Ciamis gencar mengadakan kampanye edukasi gerakan higienis ini di area pelayanan publik rumah sakit. Mereka memberikan contoh langsung di depan para pengunjung serta membagikan cairan pembersih tangan berbasis alkohol secara gratis di pintu masuk. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan penyakit menular harus dimulai dari kebersihan tangan kita sendiri terlebih dahulu. Dengan budaya bersih yang kuat, angka kejadian infeksi nosokomial di rumah sakit dapat ditekan serendah mungkin.

Mari kita biasakan hidup bersih dan sehat dengan selalu menjaga kebersihan jemari kita sebelum dan setelah melakukan aktivitas harian. Ingatkan anak-anak dan seluruh anggota keluarga di rumah untuk tidak mengabaikan pentingnya membilas tangan menggunakan sabun setelah bepergian keluar. Tindakan kecil berupa rutin melakukan gerakan cuci tangan yang benar merupakan bentuk perlindungan diri yang sangat murah namun berdampak besar bagi kesehatan. Semoga masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam menjaga sanitasi diri demi mewujudkan lingkungan kehidupan yang bebas dari serangan penyakit menular.

Mungkin Anda juga menyukai